
BIMA – Universitas Muhammadiyah (UM) Bima kembali menorehkan langkah besar dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelepasan 1.217 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang akan mengabdi di berbagai wilayah Indonesia hingga tingkat internasional. Pelepasan yang berlangsung khidmat di Kampus II UM Bima pada Rabu (1/7/2026) menjadi penanda dimulainya gerakan pengabdian mahasiswa dengan semangat “KKN Berdampak: Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.”
Sebanyak 1.217 mahasiswa yang telah dinyatakan eligible diberangkatkan menuju 50 desa dan kelurahan yang tersebar di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. Mereka akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada penguatan potensi lokal, pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya melaksanakan KKN reguler, UM Bima juga mengirimkan mahasiswa terbaiknya pada berbagai program strategis berskala nasional dan internasional. Sebanyak 4 mahasiswa mengikuti KKN Tematik Gentaskin Batch II Tahun 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan mengusung tema “Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif.” Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat dan penguatan kualitas hidup di wilayah Indonesia Timur.
Pada level internasional, 2 mahasiswa UM Bima dipercaya mengikuti KKN Internasional Malaysia–Singapura melalui Program Kolaborasi International Community Service Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Keikutsertaan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UM Bima memiliki kapasitas untuk membawa nilai-nilai pengabdian Muhammadiyah ke tingkat global sekaligus memperluas jejaring akademik dan sosial lintas negara.
Sementara itu, 11 mahasiswa lainnya akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAS) Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia dalam satu gerakan kolaboratif membangun masyarakat berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Pelepasan KKN menjadi momentum penting yang menegaskan komitmen Universitas Muhammadiyah Bima dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Program KKN Tahun 2026 mengedepankan pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen lokal sehingga setiap program kerja yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sasaran.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bima menyampaikan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik, tetapi merupakan proses pembentukan karakter kepemimpinan, penguatan empati sosial, serta ruang aktualisasi kompetensi mahasiswa dalam menghadapi dinamika pembangunan masyarakat.
“Mahasiswa harus hadir sebagai problem solver, inovator, sekaligus mitra masyarakat. Jadikan KKN sebagai ruang belajar yang sesungguhnya untuk mengabdi, berkolaborasi, dan meninggalkan karya yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya kepada seluruh peserta.
Dengan pelepasan ini, Universitas Muhammadiyah Bima kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang terus melahirkan lulusan unggul, humanis, religius, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Kehadiran lebih dari seribu mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat sinergi pembangunan daerah, sekaligus membawa nama baik UM Bima di tingkat nasional maupun internasional melalui karya nyata dan pengabdian yang berdampak.
“Mengabdi untuk Negeri, Berkarya untuk Masyarakat, Mendunia Bersama Universitas Muhammadiyah Bima.” (Humas)
