KOTA BIMA – Menilai momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai titik balik penguatan demokrasi, Rektor Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima), H. Ilyas Sarbini, S.H., M.H., hadir sebagai narasumber utama dalam program Salaja Podcast yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima pada Kamis (21/5/2026). Podcast kali ini mengangkat tema krusial, yakni “Hari Kebangkitan Nasional” dalam konteks kehidupan berbangsa, bernegara, dan berdemokrasi saat ini.
Dalam pemaparannya, H. Ilyas Sarbini menekankan bahwa substansi dari kebangkitan nasional sejati berakar pada empat pilar utama: kesadaran sebagai satu bangsa, pencapaian kemajuan yang wajib ditempuh melalui jalur pendidikan dan kecerdasan, kesadaran tentang nasib bersama, serta manifestasi kesadaran berbangsa di dalam sistem demokrasi.
“Demokrasi yang berkualitas hanya bisa lahir dari pemilu yang bersih, penyelenggara yang berintegritas, kesetaraan pemilih yang cerdas, serta kompetisi yang berjalan secara adil,” ujar Rektor UM Bima tersebut.
Tanggung Jawab Kolektif Tiga Aktor Pemilu
Salah satu poin penting yang disoroti oleh H. Ilyas Sarbini adalah mengenai tanggung jawab pelaksanaan pemilu. Menurutnya, selama ini ada kekeliruan paradigma di masyarakat yang menganggap bahwa sukses atau gagalnya pemilu hanya bertumpu di pundak penyelenggara saja. Padahal, ada tiga aktor utama yang harus bergerak bersama secara sinergis:
Penyelenggara Pemilu: Wajib memiliki kualitas intelektual dan moral yang mumpuni. Pentingnya keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) secara berkala menjadi upaya nyata untuk terus meningkatkan kapasitas penyelenggaraan pemilu.
Peserta Pemilu: Partai politik harus melakukan kaderisasi secara berjenjang dan melahirkan kader yang memiliki mentalitas siap menang sekaligus siap kalah.
Pemilih: Masyarakat harus menjadi pemilih yang cerdas, menentukan pilihan berdasarkan rasionalitas, rekam jejak, dan visi-misi, bukan karena mobilisasi politik praktis atau pragmatisme.
Kegiatan diskusi di Salaja Podcast ini diharapkan dapat menjadi pemantik kesadaran bagi seluruh elemen masyarakat Kota Bima, khususnya generasi muda dan civitas akademika, untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional dengan ikut andil menciptakan iklim demokrasi yang sehat, jujur, dan bermartabat.

